Sekelebat bayangan hitam melintas begitu saja di depan mataku. Tak begitu jelas apa tadi itu, yang jelas, benda atau
                                  PAHLAWAN Persatuanmu mengingatkanku seperti sapu lidi Cinta kasihmu kau sadarkan di
Seuntai Kata yg menyapa Diterpa angin dari kejauhan sana Mengabarkan Arti kerinduan Seseorang terdiam dikursi kesakit
Pagi ini di istana megahmu Kau duduk manis di antara kursi penderitaan itu Bakalmu selimuti dosamu Bicaramu sumbingka
Cintaku sepahit kopi yang kau palingkan rasanya yang kau hambarkan aromanya dan seketika, aku menjadi ampas di bibir
Dari kemiringan gunung aku tergerus oleh amukan skuadron-skuadron angin. Membuatku meruntuh dan terjatuh disisi hantu m
Kita mengeja pagi dengan cara yang sama, hanya takaran rindu kita yang berbeda. Kau segenggam jemari, sedang aku selama
Dalam tiupan angin malam yang lembut Perjalanan hidup lurus harus ditempuh Berbekal Iman yang melekat didalam hati  
Udin lah mamasuakan proposal, judulnyo sabana canggih, “malompek parik nak naiak ka rumah urang”. Judul ko adolah ateh s
Anda disini: Home