Terpaksa lepas   Daun-daun terpaksa gugur karena kencangnya angin Batu terpaksa terkikis karena kencangnya ombak
Aku salah Kupikir dengan pura pura diam, kau akan menanyaiku Kupikir dengan pura pura pergi, kau akan mencariku K
                ASA   Kala frekuensi tinggi Dian hati mengobati Jenuh hanya angkuh Meski keluh mengaduh          
Bulan tak nampakkan lagi sinar indahnya, pun mentari enggan muncul menampakkan kejayaannya Di kala hati tak menentu pil
                         Hasrat Hari, bulan, tahun hingga abad tiada tara mencoba Melangkah ke alam bawah Berlari me
Seorang pemuda berbadan tegap Menyongsong mentari. Kepalan tangan menghalau sinar kebatilan. Di dalam Penjara, namany
Menempuh langkah pada dataran berduri. Memijakkan kaki pada sela-sela. Terdengar tiupan Angin tapi tak mendengar letak
Waktu demi waktu telah kulalui ,Tuhan Tetaplah Di sisiku. Ribuan badai telah menerjangku , Namun ku tetap kuat , Tuhan
Bagai Seorang Musafir buta berjalan di padang gurun. Tak mengenal arah,hanya mengikuti langkah. Hembusan angin menerpa
Anda disini: Home