Puisi & Syairrss

Sedang dengan apa kini aku berbagi Menyendiri pun sudah tiada arti Kau pergi dan kau kembali Seakan perang dalam hidu
Cemburu matiBiar lah ku racun saja cemburu ini sampai mati. Dripada aku mati dikarenakan cemburu. Jika cemburu menyaki
Kebenaran itu menggelontor begitu saja Seperti air mata yang menetes di pipi tak tertahankan.   Mencoba untuk menyel
terbentang luas di celah ketenangan, hijau luas ketika sukma menatap, kenapa kau tak tunjukan letakmu kepada keramaian
Melalui kaca jendela bus yang menerjang jalan Kulihat ia berpaling, menatap suasana luar Headset putih menyumbat k
apakah waktu yang menentukan semuanya. apakah harus menganggapan usia sebagai patokannya. tidak,tidak lentera waktu m
senyum genit dibibirmu yang manis terlontar seribu makna. tak pernah terlihat jeritan perih yang keluar darinya. ohhhh
Ketika senja berubah menjadi gelap gurita datanglah sebuah cahaya bulan purnama amatlah indah, banyak kaum hawa menata
Ya Allah.. Terangilah hidupku yang gelap tak bersinar Kini aku hanya meraba tak berdaya Dengan langkah kaki yang
Tak perlu kau perhatikan dan tak perlu juga kau pelihara Aku hanya ingin hidup semestinya, tanpa gangguan manusia
Anda disini: Home Puisi & Syair