Puisi & Syairrss

terbentang luas di celah ketenangan, hijau luas ketika sukma menatap, kenapa kau tak tunjukan letakmu kepada keramaian
Melalui kaca jendela bus yang menerjang jalan Kulihat ia berpaling, menatap suasana luar Headset putih menyumbat k
apakah waktu yang menentukan semuanya. apakah harus menganggapan usia sebagai patokannya. tidak,tidak lentera waktu m
senyum genit dibibirmu yang manis terlontar seribu makna. tak pernah terlihat jeritan perih yang keluar darinya. ohhhh
Ketika senja berubah menjadi gelap gurita datanglah sebuah cahaya bulan purnama amatlah indah, banyak kaum hawa menata
Ya Allah.. Terangilah hidupku yang gelap tak bersinar Kini aku hanya meraba tak berdaya Dengan langkah kaki yang
Tak perlu kau perhatikan dan tak perlu juga kau pelihara Aku hanya ingin hidup semestinya, tanpa gangguan manusia
Yang kalian anggap ‘sampah’ Wahai manusia... Betapa sehatnya mata kalian Betapa pintarnya otak kalian Hingga menutup
                    GURU   Satu Kata yang tak akan hilang Satu Manusia yang tak bisa diserupai oleh siapapun Satu Ka
HILANG BERSAMA LUKA   Setelah kau pergi Hanya daku tinggal seorang diri Aku menari diatas kepedihan Meratapi semua
Anda disini: Home Puisi & Syair