Sajakrss

Ranukumbolo. Mungkin ini judul yang menarik, aku melamun disebuah jendela tua. Memulai menatapkan mata kepada gedung pem
Panas menyerangku, ketika aku berteduh di bawah pepohonan yang tak begitu rindang, angin membawa debu dan menghampiriku.
mawar indah yang tumbuh dari kotoran manusia. menapaki akarnya ditrotoar jalanan. mawar itu makin menjamur karna kesen
mawar indah yang tumbuh dari kotoran manusia. menapaki akarnya ditrotoar jalanan. mawar itu makin menjamur karna kesen
Rinduku kepadamu melebihi samudra, pangkuannya membuat nyaman senyaman aliran sungai nil, wangimu bagaikan bunga keabadi
Ia tak pernah membenci kedatangan fajar Menerima dan menghangatkan Terhalang kabut awan pun ia tak pernah menolak Bah
Kita mengeja pagi dengan cara yang sama, hanya takaran rindu kita yang berbeda. Kau segenggam jemari, sedang aku selama
Antara Kehilangan dan Menemukan     Saat kau menemukan sesuatu tetapi disaat itu pula kamu kehilangan banyak hal yang
Masih duduk di kursi yang sama     Setiap bayangan yang hadir dalam setiap lamunan .. Senja yang dahulu pernah menyap
    Hai mata pelangi Kerlinganmu membuatku jatuh dari tebing-tebing terjal hati Ke lembah asmara   Sorot matamu m
Anda disini: Home Sajak