Kalau kau mau kuterima kau kembali Dengan sepenuh hati Aku masih tetap sendiri
kepada sri Sepi di luar. Sepi menekan mendesak. Lurus kaku pohonan. Tak bergerak Sampai ke puncak. Sepi memagut, Tak
Kami yang kini terbaring antara Krawang-Bekasi tidak bisa teriak “Merdeka” dan angkat senjata lagi. Tapi siapakah yang
Mulai kelam belum buntu malam kami masih berjaga Thermopylae?
kepada pemeluk teguh Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu
cemara menderai sampai jauh terasa hari akan jadi malam ada beberapa dahan di tingkap merapuh dipukul angin yang terp
Di masa pembangunan ini tuan hidup kembali Dan bara kagum menjadi api Di depan sekali tuan menanti
Cintaku jauh di pulau, gadis manis, sekarang iseng sendiri Perahu melancar, bulan memancar, di leher kukalungkan ole-
Kalau sampai waktuku ‘Ku mau tak seorang kan merayu Tidak juga kau Tak perlu sedu sedan itu
Tak ada alasan untuk frustasi dalam hidup karena manusia terlahir bisa gagal Tapi selagi ada kemauan dan perjuangan S
Anda disini: Home